Saturday, September 21, 2013

Anak ku kasih

anak itu
duduknya ditepi tepi
menadah tangan
meminta simpati
anak itu
bukan dipinta jadinya seperti ini
jauh disudut hati
ingin di kasih namun hakikatnya dia disisih
carik hatinya
saat melihat rakan seusia
berpimpin bermesraan dengan ibu bapa
namun dia
masih di sini
duduk ditepi tepi
menadah tangan
mohon simpati

Sampaikan rindu

rindu
rindukah aku
rindu itu apa dan bagaimana?
adakah ia terasa di jiwa?
dekat di hati walau jauh di mata?

jika rindu
sampaikan rinduku
titipkan rinduku
dalam setiap doaku
agar dia tahu
agar dia rasa
rinduku untuk dia
tidak bertepi tak kan berhenti

Thursday, September 19, 2013

Saat hilang cintanya

saat hilang cintanya
tajuk ini ku lakar dulu
isinya aku tak tahu
ada apa dengan cinta?
kenapa ia hilang?
bilakah saatnya?

saat hilang cintanya
hati rasa rawan
kerana cinta itu indah pada dasarnya
bila makin diselam
semakin sukar untuk dikata

saat hilang cintanya
bila badai dugaan melanda
ketika rapuh hatinya
bila angin menyapa
berubah hatinya ibarat lalang

saat hilang cintanya
saat itu akan tiba
bila rasa cinta sudah tiada
kosong tawar sepi hiba
terkumpul dalam satu rasa

Wednesday, September 18, 2013

Pagi

indah pagiku
sedamai tenangnya hati
ku ingin terus pagi
jangan pergi lagi
biar aku terbuai indahnya pagi

namun
pagi kian hilang
dilitupi sinar sang mentari
hilang pagiku bersilih siang
menanti esok pagiku lagi

Tuesday, September 17, 2013

Kau pelangiku

jika saat dan ketika itu
aku hilang dari kalian
jangan ditanya
ke mana perginya aku
saat itu
aku mengejar pelangi
rebah bertilamkan warna warni
biar aku berfantasi
biar aku berilusi
aku bahagia begini
walau hanya dalam mimpi
yang tak akan pernah berhenti
saat itu
jangan ditanya ke mana aku pergi
biar aku dengan pelangiku
 

Hapus sedihku

kenapa sedih
aku tak tahu
mungkin ada yang kurang senang
mungkin ada yang tidak suka
kenapa perlu sedih?
aku tak tahu
hati rasa hiba
jiwa rasa sebak
dihimpit
sesak sangat sesak

tuhan tolong aku
bantu aku
dengari doaku
aku mohon ampunkan aku
hilangkan resah hatiku
sesak sebak jiwaku
aku mohon

maa
bagaimana harus ku kata
aku sendiri ma
aku seorang
aku sedih begini
tolong aku
hapus sedihku
aku rindu kata tulusmu
tolong hapus sedihku

Monday, September 16, 2013

Saatnya ketika itu

di kelas itu
kurenung setiap mereka
tanpa sedar
senyum tersungging di bibir
hilang resahku seketika
melihat keletah itu
anak anak kecil itu
bergaduh, merajuk, menangis
pujuk memujuk
putus kawan dan kemudian sambung kembali
tidak sampai tiga minit
sungguh
zaman kecil itu tidak sama dengan saat bilanya dewasa

Awan dalam mimpi

ingin aku berlari
menerjah awan itu
beradu di atas lembutnya awan
beralaskan langit membiru
disinar cahaya mentari itu

dalam khayalan itu
sudah mampu memberi secebis rasa bahagia
biarpun hanya dalam khayal angannya mimpi

Aku tak tahu

aku tak tahu
apa salahku
apa??cuba kau beritahu
jangan kau sesakkan hati dan fikiranku dengan pelbagai persoalan

apa?kenapa?

apa salahku?
manusia memang begitu
ingin dia saja yang betul
aku dihukum tanpa endah
tanpa pengertian
tanpa pengadilan

biarlah..
aku penat
aku xmampu
kau buat la semahu mu
sungguh aku tak mampu

Sunday, September 15, 2013

Soalnya Tentang Itu

dalam aku melayari muka buku
tertarik aku pada status itu
soalan diutarakan seperti yang berikut

apakah kalian akan mengikut
adat dan budaya perkahwinan
yang semegah dan diidamkan??
bagaimana pula dengan calon menantu suami atau isteri yang dipilih??
rancaknya bila berbicara soal jodoh

berfikir sejenak
kadang si anak ingin seringkas akad nikahnya sahaja
namun si ibu ingin majlis gah indah kek tiga tingkat
untuk apa?
untuk menjamu ratusan malah mungkin ribuan mata yang hadir?

benar,
ibu dan ayah ingin yang terbaik untuk anaknya
siapa mau menantu yang tidak2 untuk sang anak
itu sudah jelas
tak perlu bersuluh kerana ia suda terang dan nyata

terimalah seadanya dia
pentingnya dia elok cukup sifat hati budinya
mampu menanggung keluarga seadanya

tidak perlu harta berjuta juta
andai sengkek hati budinya
tidak perlu majlis segah diraja
andai  kelak papa hidupnya

cukuplah yang biasa biasa saja
jika itu sudah cukup membahagiakan

sebenarnya jawapanku cuma ini
hanya pandangan dan redha Allah
jauhhh jauh lebih penting diutamakan.

Silent dont Talk

kadang-kadang
sometimes
somehow
keep silent is the best way

semakin banyak bicara
semakin banyak terluka
semakin banyak terasa
semakin aku berdosa

makanya aku
keep silent
senyum
n walk away


Setelah dua tahun

saat ini
ku mulakan langkah jari
menari berseni menitip puisi
galaunya hati resahnya jiwa
suka dan duka
bicaranya dari hati
bukan aku tapi kamu
bukan kamu
mungkin kita

dalam belog ini
hihihi :p